6 Penyebab Haid Tidak Teratur yang Perlu Diketahui

Haid (menstruasi) tidak teratur merupakan kondisi yang umum dialami. Namun, siklus menstruasi yang sering atau sangat tidak teratur bisa mengindikasikan adanya kondisi tertentu, seperti radang vagina dan kista ovarium.

Melansir dari Medical News Today, menstruasi wanita disebut tidak teratur apabila siklusnya lebih dari 38 hari, atau jika setiap panjang setiap siklus berbeda lebih dari 7 sampai 9 hari.

Nah, yang jadi pertanyaan, apa saja penyebab haid tidak teratur? Mari simak informasinya.

Penyebab Haid Tidak Teratur

Berikut beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab menstruasi tidak teratur:

1. Stress dan Faktor Gaya Hidup

Kondisi stress bisa mengakibatkan anovulasi, yaitu saat tubuh tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel telur) setiap bulan seperti seharusnya. Jika tidak ovulasi, maka wanita tidak mengalami haid.

Hal ini karena stress membuat tubuh mengeluarkan hormon stress yang mana dapat mempengaruhi hormon yang mengatur menstruasi. Kondisi serupa bisa terjadi saat wanita mengalami perubahan gaya hidup, seperti diet, sakit, atau sedang travelling.

2. Obat dan Alat Kontrasepsi

Konsumsi obat-obat tertentu bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur, bahkan bisa mengubah pola siklus. Beberapa contoh obat mempengaruhi haid yaitu aspirin, anti depresan, dan ibuprofen.

Pil KB dan alat kontrasepsi seperti IUD juga bisa menyebabkan siklus haid terganggu. Hal ini karena pil KB bekerja dengan mencegah terjadinya proses ovulasi.

3. Hamil dan Menyusui

Kehamilan membuat wanita tidak mengalami haid. Hal ini kerap menjadi tanda-tanda awal kehamilan bersamaan dengan mual, muntah, dan sensitivitas terhadap bau.

Wanita juga bisa mengalami haid tidak teratur saat menyusui. Penyebabnya yaitu hormon prolaktin yang meningkat untuk merangsang produksi ASI. Hormon ini dapat mencegah terjadinya ovulasi.

4. Penyakit Radang Panggul

Haid tidak teratur juga bisa disebabkan oleh penyakit radang panggul. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi bakteri dari vagina yang masuk ke bagian panggul. Akibatnya, terjadi kondisi radang vagina dan panggul.

Radang panggul bisa mempengaruhi siklus menstruasi sehingga menjadi tidak teratur.

5. Kista Ovarium

Melansir dari Medical News Today, haid tidak teratur merupakan tanda paling umum dari PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Kondisi ini merujuk pada terbentuknya sejumlah kista di dalam ovarium.

Kista ovarium bisa mempengaruhi keseimbangan hormon, sehingga mengakibatkan ovulasi terhenti.

6. Endometriosis

Endometriosis juga bisa menjadi biang keladi dari menstruasi tidak teratur. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 10 wanita usia reproduktif. 

Endometriosis merujuk pada kondisi saat jaringan yang melapisi uterus (rahim) tumbuh di bagian luar uterus.

Wanita yang mengalami endometriosis bisa mengeluhkan sakit perut berat menjelang haid. 

Kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala seperti keluarnya banyak darah, periode yang lebih lama, dan keluar darah di antara periode haid.

Itulah beberapa penyebab haid tidak teratur yang perlu wanita ketahui. Selain hal-hal tersebut, terdapat berbagai faktor lain yang bisa mempengaruhi siklus menstruasi. 

Jika terus mengalami haid tidak teratur, maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *