
Mendatangkan barang dari China bisa menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan produk dengan harga grosir. Namun, harga barang bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan.
Ada ongkos pengiriman, biaya pembayaran, hingga pungutan saat barang masuk ke Indonesia. Jika tidak dihitung sejak awal, total modal bisa lebih besar dari perkiraan.
Karena itu, memahami komponen biaya menjadi bagian penting sebelum melakukan pemesanan. Dengan perhitungan yang lebih lengkap, Anda dapat menentukan harga jual dan memperkirakan margin dengan lebih tepat.
Apa Saja yang Menentukan Ongkos Pengiriman?
Besarnya ongkos kirim dari China tidak selalu sama untuk setiap pesanan. Jumlah barang, ukuran, metode pengiriman, dan tujuan akhir dapat memengaruhi biaya yang perlu disiapkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Volume dan berat barang: Tarif dapat dipengaruhi oleh ukuran atau berat muatan, tergantung metode pengiriman yang digunakan.
- Jenis pengiriman: LCL dapat digunakan ketika barang belum memenuhi satu kontainer. Sementara FCL lebih sesuai untuk muatan dalam jumlah besar.
- Jarak dan rute pengiriman: Rute kapal serta lokasi gudang pemasok juga dapat memengaruhi biaya keseluruhan.
- Biaya layanan: Jika menggunakan jasa import 1688, periksa layanan yang termasuk dalam tarif agar perhitungannya tidak keliru.
Sebaiknya, jangan hanya membandingkan harga barang. Hitung seluruh biaya yang muncul sampai barang berada di lokasi tujuan.
Bagaimana Menghitung Pajak dan Bea Masuk?
Selain ongkos pengiriman, barang impor juga dapat dikenakan pungutan sesuai ketentuan yang berlaku. Besarannya tidak selalu sama karena bergantung pada jenis dan nilai barang.
Beberapa komponen yang perlu diperhatikan meliputi:
- Nilai pabean: Nilai ini menjadi salah satu dasar dalam perhitungan pungutan impor.
- Bea masuk: Tarifnya dapat berbeda berdasarkan jenis barang dan klasifikasi HS Code.
- Pajak impor: Barang impor dapat dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
- Ketentuan khusus: Produk tertentu dapat memiliki persyaratan atau pungutan tambahan.
Karena itu, perhitungan pajak sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan perkiraan kasar. Informasi barang, nilai transaksi, dan dokumen pendukung perlu diperiksa terlebih dahulu.
Waspadai Biaya Tambahan dalam Pengiriman
Biaya yang muncul selama proses impor tidak selalu berhenti pada ongkos kapal dan pajak. Ada beberapa pengeluaran lain yang dapat memengaruhi total modal.
Contohnya adalah biaya penjemputan barang dari pemasok, penanganan di gudang, atau pengiriman dari pelabuhan menuju alamat tujuan.
Keterlambatan dokumen juga dapat menimbulkan biaya tambahan dalam kondisi tertentu. Karena itu, importir perlu mengetahui apa saja yang sudah termasuk dalam tarif layanan dan apa yang masih dibebankan secara terpisah.
Informasi tersebut akan lebih mudah diperoleh jika Anda menggunakan jasa import 1688 yang memberikan rincian biaya sejak awal. Dengan begitu, Anda dapat menghitung kebutuhan modal tanpa terlalu banyak mengandalkan perkiraan.
Gunakan Perhitungan Total, Bukan Harga Barang Saja
Kesalahan yang cukup umum saat menghitung modal impor adalah hanya melihat harga produk di platform. Padahal, masih ada beberapa biaya lain sebelum barang bisa dijual kepada konsumen.
Misalnya, sebuah produk memiliki harga Rp20.000 per unit. Setelah ditambah ongkos pengiriman, pembayaran, pajak, dan biaya lainnya, modal per unit tentu bisa berubah.
Karena itu, gunakan perhitungan total untuk mengetahui biaya sebenarnya. Cara ini juga membantu Anda menentukan apakah harga jual yang direncanakan masih memberikan margin yang cukup.
Bagi pelaku usaha yang baru mulai berbelanja dari 1688, jasa import 1688 dapat membantu menghubungkan proses pembelian dengan pengiriman. Namun, setiap komponen biaya tetap perlu dipahami agar keputusan pembelian tetap sesuai dengan kemampuan modal.
Sesuaikan Volume Pesanan dengan Modal
Tidak semua bisnis harus langsung memesan barang dalam jumlah besar. Jika produk masih dalam tahap uji pasar, pengiriman dengan volume lebih kecil dapat menjadi pilihan.
Salah satu metode yang dapat dipertimbangkan adalah LCL. Barang dikirim bersama muatan lain sehingga importir tidak perlu menggunakan satu kontainer penuh.
Pendekatan ini dapat membantu bisnis menjaga arus kas. Anda juga bisa melihat respons pasar terlebih dahulu sebelum meningkatkan jumlah pesanan.
Selain volume, perhatikan pula biaya per unit setelah seluruh pengeluaran dihitung. Pesanan yang lebih besar memang dapat membuat biaya pengiriman per unit lebih efisien, tetapi stok yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko barang tidak terjual.
Hitung Modal Sebelum Barang Dipesan
Menghitung biaya impor dari awal akan membantu Anda melihat gambaran modal secara lebih realistis. Harga barang hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan pengeluaran.
Mulai dari harga produk, pembayaran kepada pemasok, ongkos pengiriman, pajak, hingga distribusi akhir sebaiknya masuk dalam perhitungan. Jika ada layanan tambahan, biaya tersebut juga perlu dicatat.
Ancala Logistic menyediakan layanan untuk membantu proses pengadaan barang dari China, mulai dari sourcing supplier dan pembayaran RMB hingga LCL, door to door, kepabeanan, dan tracking pengiriman.
Bagi Anda yang berbelanja melalui 1688, penggunaan jasa import 1688 dapat menjadi salah satu cara untuk menyatukan proses pembelian dan pengiriman. Dengan mengetahui rincian biaya sejak awal, Anda dapat menentukan jumlah pesanan, harga jual, dan target keuntungan dengan lebih terukur.